Jumat, 09 Oktober 2009
Penerapan Bentuk-Bentuk Peranan Kekuasaan
Wewenang adalah suatu cara yang telah sering digunakan untuk menjelaskan secara mudah tentang kekuasaan sebagai pengaruh yang telah mempan. Semua pengaruh yang sukses dengan demikian dipandang sebagai perwujudan dari kekuasaan. Contoh dari wewenang adalah Seorang kepala sekolah memberikan tugas kepada bawahannya untuk mengerjakan sesuatu dengan cepat, maka bawahannya tersebut harus mau menuruti perintah atasannya tersebut karena kepala sekolah mempunyai wewenang untuk menyuruh bawahannya mengerjakan sesuatu yantg berkaitan dengan pekerjaan sekolahnya.Paksaan yaitu apabila sebagian besar dari sumber kekuasaan yang akan kita bicarakan adalah mengenai kekuasaan yang syah, tetapi yang juga dapat dipergunakan sebagai sumber bagi paksaan. Contoh dari paksaan adalah seorang pemimpin yang telah resmi diangkat oleh karyawan, lalu dia memaksa kepada setiap karyawannya agar menambah jam kerja yang biasanya di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore,lalu sekarang ditambahkan menjadi dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, dan apabila karyawan tidak mematuhi perintah tersebut maka karyawan tersebut akan di pecat.Manipulatif, beberapa model manipulatif mempunyai ide pokok yaitu orang yang melakukan manipulatif cendrung untuk menjalin hubungan yang akrab dengan korbannya, yang pada umumnya merupakan hubungan ketergantungan. Contohnya adalah apabila ada seorang teman yang sedang ada masalah yang cukup rumit, maka seorang temannya ini pura-pura menawarkan solusi agar temannya bias meluoakan masalah yang sedang dihadapi, caranya adalah dengan memberikan minuman yang apabila kita meminu minuman itu maka kita bias merasa bebas dari semua masalah dan pikiran yang mengganggu kita, padahal minuman yang ia berikan adalah minuman keras yang mengandung alcohol.Kerja sama yaitu misalnya wewenang dari atasan lebih merupakan perbekalan sarana untuk membantu bawahan dalam memenuhi kebutuhan dan bukan sebagai perbekalan untuk mengancam, membungkam, atapun merayu mereka. Prosesnya lebih banyak bersifat kerja sama dan tidak ada satu orangpun yang begitu saja bertindak untuk menguasai yang lain. Contohnya adalah seorang pemimpin kelompok yang membagi-bagi tugas kelompoknya kepada anggota kelompok agar setiap anggota kelompok mempunyai tugas sama rata. Disini ketua kelompok tersebut tidak ada paksaan melainkan belajar untuk bekerja sama antara anggota kelompok tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar