Senin, 15 November 2010

psikologi konsumen ke 3

PSIKOLOGI KONSUMEN

TEORI TENTANG IKLAN

Iklan sering disebut juga pariwara memiliki pengertian promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Sedangkan menurut Kotler periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk menginformasikan dan atau membujuk. Menurut Rhenald Kasali secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli. Iklan memiliki beberapa karakteristik, yaitu adalah Suatu bentuk komunikasi yang berbayar, non personal komunikasi, menggunakan media masa sebagai massifikasi pesan, menggunakan sponsor yang teridentifikasi, bersifat mempersuasi khalayak, dan bertujuan meraih audiens sebanyak-banyaknya. Suatu iklan juga memiliki fungsi di dalam pemasaran, fungsi-fungsi tersebut adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya.

Iklan juga memiliki berbagai macam jenis, jenis-jenis iklan antara lain adalah:

1. Iklan informative

Yaitu adalah iklan yang bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/ pengenalan atau pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.

2. Iklan persuasive

Bertujuan untuk menciptakan kesukaan preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa.

3. Iklan reminder

Bertujuan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa.

Di dalam iklan juga terdapat batasan-batasan iklan, batas-batasan tersebut adalah:

1. Iklan menyajikan gagasan terhadap barang atau produk berdasarkan konsep produknya.

2. Iklan ditujukan kepada khalayak untuk menjangkau masyarakat kelompok besar yang kemudian dipersempit menjadi kelompok pasar.

3. Iklan mempunyai kelompok yang jelas, yaitu terciptanya iklan atas pemrakarsa perusahaan yang membiayainya.

4. Iklan dikenakan biaya penyajian, yaitu dalam penyebaran, penerbitan, dan penayangan atas biaya perusahaan.

Iklan yang ditayangkan memiliki tujuan pemasangan, tujuan pemasangan ini antara lain adalah

1. Menciptakan kesadaran khalayak atau masyarakat pada suatu produk atau merek tertentu dalam benaknya.

2. Mengkomunikasikan informasi kepada calon konsumen mengenai keunggulan suatu merek atau produk tertentu.

3. Mengasosiasikan suatu merek atau produk tertentu dengan perasaan serta emosi masyarakat calon konsumen.

4. Membentuk sikap atau perilaku masyarakat terhadap merek atau produk tertentu.

5. Mengembangkan atau mengubah citra atau personalitas dari sebuah merek.

6. Mengembangkan persepsi positif calon konsumen yang diharapkan kelak dapat menjadi pembeli potensial.

7. Mengarahkan konsumen atau calon konsumen untuk setia membeli produk dengan merek yang diiklankan tersebut.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan

http://enikkirei.multiply.com/journal/item/12/Jenis_Iklan_dan_Contohnya

http://gemaanekaiklan.blogspot.com/2009/12/tujuan-pemasangan-iklan.html

http://gemaanekaiklan.blogspot.com/2010/03/fungsi-iklan-dalam-pemasaran.html



Kamis, 21 Oktober 2010

Tugas Psikologi Konsumen ke 2

Scoopy Uniquely happy

Dikutip dari majalah Gadis edisi Bulan Juni 2010

- Skuter matik retro modern pertama di Indonesia, dirancang khusus bagi pengendara yang berjiwa retro.

- Skuter matik dengan tampilan retro modern yang mudah dimodifikasi.

- Sesuai untuk gaya hidup anak muda yang ingin tampil beda, bebas berekpresi dan penuh dengan keceriaan, berkendara dengan scoopy, unuquelly happy.

Menurut saya pada iklan ini perusahaan yang mengeluarkan produk ini memakai strategi pemasaran yaitu dengan memberitahu bedanya motor scoopy dengan motor-motor lainnya dan juga memberitahu keunggulan dan fitur-fitur dan kelebihan dari motor scoopy ini, yang antara lain adalah dilengkapi dengan tunas penguci rem, standar samping otomatis, pengamanan kunci kontak bermagnet otomatis, lampu depan retro modern dan lampu belakang yang modern yang dimana dengan memmberi tahu kepada konsumen di pasaran tentang keunggulan dari motor ini maka pihak konsumen akan menyukai dan ingin membeli motor tersebut. Apalagi dengan pengaman kunci kontak yang bermagnet otomatis maka konsumen akan merasa aman ketika mereka memarkir motornya di pinggir jalan. Pihak yang memproduksi motor ini juga sangat tepat mengeluarkan dan memproduksi motor scoopy di saat seperti ini, dimana pada saat sekarang motor metik sangat diminati dan sangat disenangi oleh para konsumen di pasaran, tidak hanya konsumen wanita tetapi konsumen pria pun juga banyak yang menyukai motor- motor metik seperti ini.

Tetapi setiap produk juga memiliki kelebihan dan kekurangannnya masing-masing. Kelebihan dari motor scoopy ini adalah desainnya yang unik dan tepat untuk anak- anak remaja, warnanya yang cerah dan menarik, dan juga fitur-fiturnya yang lengkap. Tetapu motor scoopy ini juga mempunyai kelemahan yaitu adalah bentuk ukuran motornya yang agak besar sehingga mungkin anak-anak yang tubuhnya kecil kurang nyaman saat mengendarainya.

Kamis, 07 Oktober 2010

Perilaku Konsumen

Psikologi perilaku konsumen
Perilaku konsumen terpusat pada cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka ( waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi. Hal ini mencakup apa yang mereka beli, mengapa mereka membeli, kapan mereka membeli, di mana mereka membeli, seberapa sering mereka membeli, dan seberapa sering mereka menggunakannya. Pengertian dari konsumen adalah mereka yang memiliki daya beli, yakni berapa dan melakukan permintaan terhadap barang dan jasa. Contoh dari konsumen adalah seorang wanita yang membeli suatu barang untuk keperluan sehari-hari di suatu toko.
Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda ( barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Contoh dari konsumsi ialah seseorang anak membeli alat tulis untuk perlengkapan sekolahnya.
Konsumtif menun juk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Contoh dari konsumtif adalah seeseorang yang suka berganti ganti model pakaian dan sepatu agar dianggap tidak ketinggalan trend.
Pengertian dari konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Contohnya adalah seseorang membeli suatu barang atau aksesoris yang berasal dari luar negeri tetapi belum tentu cocok dan digunakan oleh orang tersebut, ia membelinya hanya karena barang tersebut berasal dari luar negeri.
Pengaruh lingkungan juga berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Pengaruh lingkungan terhadap perilaku konsumen yaitu terdiri dari kebudayaan, strata sosial, kelompok, keluarga dan lain-lain.



Referensi:
Alam. (2007). Ekonomi untuk SMA dan MA kelas x. Jakarta: Esis.
Francois. Vellas & Ironel. Becherel. (2008). Pemasaran Pariwisata Internasional. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia.
http://duniaesai.com/index.php/component/content/article/45-psikologi/276-remaja-dan-perilaku-konsumtif.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme
Kunawangsih. Tri& Pracoyo. Antyo. (2006). Aspek Dasar Ekonomi Mikro. Jakarta: Grasindo.
Schiffman,.Leon & Leslie. Lazar. (2008). Perilaku Konsumen. Jakarta: Indeks.

Senin, 04 Januari 2010

Sikap pekerja dan kepuasan kerja

SIKAP PEKERJA DAN KEPUASAN KERJA


Di dalam dunia pekerjaan ada dua hal yang banyak dibicarakan orang yaitu adalah mengenai kepuasan kerja dan ketidak puasan kerja. Menurut Wexley dan Yulk ada 3 macam teori kepuasan kerja, yaitu adalah
1. Teori perbandingan interpersonal.
Perbandingan in terpersonal ini adalah apabila seseorang individu mengalami kepuasan atau tidak dalam bekerja karena merupakan hasil dari perbandingan dari dalam individu sendiri terhadap barbagai macam hal yang telah diperoleh dari suatu pekerjaan.
2. Teori keadilan
Individu menjadi puas atau tidak tergantung dari apakah ia merasakan adanya suatu keadilan atau tidak terhadap situasinya.
3. Teori dua faktor
Teori dua faktor yaitu berprinsip bahwa kepuasan atau tidak merupakan dua hal yang berbeda.
Di dalam bekerja ada juga hal mengenai pengukuran kepuasan kerja, yang dimana pengukuran ini sangat bervariasi, baik dari segi analisa statistik maupun dari segi pengumpulan dsatanya. Informasinya di dapat dari tanya jawab secara perorangan. Pengukuran kepuasan kerja dapat dilakukan melalui pendekatan, pendekatannya terdiri dari:
1. Pengukuran kepuasan kerja di lihat dari konsep global yang dimana disebut juga
Konsep satu dimensi. Pengukurannya dilakukan dengan kuisioner.
2. Pengukuran kepuasaan kerja dilihat sebagai konsep permukaan, dimana
Menggunakan konsep permukaan, mengganggap bahwa kepuasan kerja dengan berbagai aspek kerja berbeda dan juga dapat barvariasi secara bebas dan di ukur secara terpisah.
3. Pengukuran kepuasan kerja dilihat sebagai kebutuhan yang terpenuhkan
Pendekatan pengukuran kepuasan kerja yang dimana tidak menggunakan asumsi mengenai semua aspek tertentu di dalam situasi kerja.



Di dalam dunia pekerjaan juga terdapat hubungan pelaksanaan kerja dan kepuasan kerja, yang terdiri dari
1. Hubungannya dengan rekan kerja, yaitu seseorang menjadi puas dalam bekerja karena mereka berada dalam satu ruang kerja sehingga dapat saling berkomunikasi
2. Hubungan dengan atasan, yaitu merupakan tingkat kepuasan kerja yang paling
Besar dengan atasan adalah apabila kedua jenis hubungan positif.
Untuk mencegah dan juga mengatasi ketidakpuasan kerja dapat dilakukan dengan cara-cara seperti membuat pekerjaan yang menyenangkan karena apabila kita mengerjakan pekerjaan yang menyenangkan maka akan membuat kita menjadi puas, selanjutnya adalah dengan caran orang di bayar dengan jujur yang dimana apabila karena pengupahan yang tidak jujur menjadikan tidak puas dalam pekerjaan, selanjutnya adalah dengan cara mempertemukan orang dengan pekerjaan yang cocok dengan minatnya, lalu cara yang terakhir adalah menghindari kebosanan dan pekerjaan yang berulang-ulang. Karena orang banyak cendrung mendapatkan sedikit kepuasan apabila melakukan pekerjaan yang membosankan dan berulang.
Dari beberapa teori mengenai teori kepuasan kerja, maka dapat di berikan contoh dari salah satu teorinya yaitu teori interpersonal adalah contoh pada seseorang SPG. SPG ini merasakan kepuasan dalam pekerjaan apabila ia telah mampu mencapai target dari yang di tetapkan oleh perusahaan tempat ia bekerja. Di mana di dalam dirinya ia merasakan telah mampu memenuhi taerget dari yang telah di tetapkan oleh perusahaan, tetapi apabila ia tidak dapat memenuhi target tersebut, maka ia men galami ketidakpuasan kerja di dalam dirinya sendiri.
Referensi :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/teori-teori-tentang-kepuasan-kerja-dan.html

http://valmband.multiply.com/journal/item/1