PSIKOLOGI KONSUMEN
TEORI TENTANG IKLAN
Iklan sering disebut juga pariwara memiliki pengertian promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Sedangkan menurut Kotler periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk menginformasikan dan atau membujuk. Menurut Rhenald Kasali secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli. Iklan memiliki beberapa karakteristik, yaitu adalah Suatu bentuk komunikasi yang berbayar, non personal komunikasi, menggunakan media masa sebagai massifikasi pesan, menggunakan sponsor yang teridentifikasi, bersifat mempersuasi khalayak, dan bertujuan meraih audiens sebanyak-banyaknya. Suatu iklan juga memiliki fungsi di dalam pemasaran, fungsi-fungsi tersebut adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya.
Iklan juga memiliki berbagai macam jenis, jenis-jenis iklan antara lain adalah:
1. Iklan informative
Yaitu adalah iklan yang bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/ pengenalan atau pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
2. Iklan persuasive
Bertujuan untuk menciptakan kesukaan preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa.
3. Iklan reminder
Bertujuan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa.
Di dalam iklan juga terdapat batasan-batasan iklan, batas-batasan tersebut adalah:
1. Iklan menyajikan gagasan terhadap barang atau produk berdasarkan konsep produknya.
2. Iklan ditujukan kepada khalayak untuk menjangkau masyarakat kelompok besar yang kemudian dipersempit menjadi kelompok pasar.
3. Iklan mempunyai kelompok yang jelas, yaitu terciptanya iklan atas pemrakarsa perusahaan yang membiayainya.
4. Iklan dikenakan biaya penyajian, yaitu dalam penyebaran, penerbitan, dan penayangan atas biaya perusahaan.
Iklan yang ditayangkan memiliki tujuan pemasangan, tujuan pemasangan ini antara lain adalah
1. Menciptakan kesadaran khalayak atau masyarakat pada suatu produk atau merek tertentu dalam benaknya.
2. Mengkomunikasikan informasi kepada calon konsumen mengenai keunggulan suatu merek atau produk tertentu.
3. Mengasosiasikan suatu merek atau produk tertentu dengan perasaan serta emosi masyarakat calon konsumen.
4. Membentuk sikap atau perilaku masyarakat terhadap merek atau produk tertentu.
5. Mengembangkan atau mengubah citra atau personalitas dari sebuah merek.
6. Mengembangkan persepsi positif calon konsumen yang diharapkan kelak dapat menjadi pembeli potensial.
7. Mengarahkan konsumen atau calon konsumen untuk setia membeli produk dengan merek yang diiklankan tersebut.
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan
http://enikkirei.multiply.com/journal/item/12/Jenis_Iklan_dan_Contohnya
http://gemaanekaiklan.blogspot.com/2009/12/tujuan-pemasangan-iklan.html
http://gemaanekaiklan.blogspot.com/2010/03/fungsi-iklan-dalam-pemasaran.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar