Senin, 04 Januari 2010

Sikap pekerja dan kepuasan kerja

SIKAP PEKERJA DAN KEPUASAN KERJA


Di dalam dunia pekerjaan ada dua hal yang banyak dibicarakan orang yaitu adalah mengenai kepuasan kerja dan ketidak puasan kerja. Menurut Wexley dan Yulk ada 3 macam teori kepuasan kerja, yaitu adalah
1. Teori perbandingan interpersonal.
Perbandingan in terpersonal ini adalah apabila seseorang individu mengalami kepuasan atau tidak dalam bekerja karena merupakan hasil dari perbandingan dari dalam individu sendiri terhadap barbagai macam hal yang telah diperoleh dari suatu pekerjaan.
2. Teori keadilan
Individu menjadi puas atau tidak tergantung dari apakah ia merasakan adanya suatu keadilan atau tidak terhadap situasinya.
3. Teori dua faktor
Teori dua faktor yaitu berprinsip bahwa kepuasan atau tidak merupakan dua hal yang berbeda.
Di dalam bekerja ada juga hal mengenai pengukuran kepuasan kerja, yang dimana pengukuran ini sangat bervariasi, baik dari segi analisa statistik maupun dari segi pengumpulan dsatanya. Informasinya di dapat dari tanya jawab secara perorangan. Pengukuran kepuasan kerja dapat dilakukan melalui pendekatan, pendekatannya terdiri dari:
1. Pengukuran kepuasan kerja di lihat dari konsep global yang dimana disebut juga
Konsep satu dimensi. Pengukurannya dilakukan dengan kuisioner.
2. Pengukuran kepuasaan kerja dilihat sebagai konsep permukaan, dimana
Menggunakan konsep permukaan, mengganggap bahwa kepuasan kerja dengan berbagai aspek kerja berbeda dan juga dapat barvariasi secara bebas dan di ukur secara terpisah.
3. Pengukuran kepuasan kerja dilihat sebagai kebutuhan yang terpenuhkan
Pendekatan pengukuran kepuasan kerja yang dimana tidak menggunakan asumsi mengenai semua aspek tertentu di dalam situasi kerja.



Di dalam dunia pekerjaan juga terdapat hubungan pelaksanaan kerja dan kepuasan kerja, yang terdiri dari
1. Hubungannya dengan rekan kerja, yaitu seseorang menjadi puas dalam bekerja karena mereka berada dalam satu ruang kerja sehingga dapat saling berkomunikasi
2. Hubungan dengan atasan, yaitu merupakan tingkat kepuasan kerja yang paling
Besar dengan atasan adalah apabila kedua jenis hubungan positif.
Untuk mencegah dan juga mengatasi ketidakpuasan kerja dapat dilakukan dengan cara-cara seperti membuat pekerjaan yang menyenangkan karena apabila kita mengerjakan pekerjaan yang menyenangkan maka akan membuat kita menjadi puas, selanjutnya adalah dengan caran orang di bayar dengan jujur yang dimana apabila karena pengupahan yang tidak jujur menjadikan tidak puas dalam pekerjaan, selanjutnya adalah dengan cara mempertemukan orang dengan pekerjaan yang cocok dengan minatnya, lalu cara yang terakhir adalah menghindari kebosanan dan pekerjaan yang berulang-ulang. Karena orang banyak cendrung mendapatkan sedikit kepuasan apabila melakukan pekerjaan yang membosankan dan berulang.
Dari beberapa teori mengenai teori kepuasan kerja, maka dapat di berikan contoh dari salah satu teorinya yaitu teori interpersonal adalah contoh pada seseorang SPG. SPG ini merasakan kepuasan dalam pekerjaan apabila ia telah mampu mencapai target dari yang di tetapkan oleh perusahaan tempat ia bekerja. Di mana di dalam dirinya ia merasakan telah mampu memenuhi taerget dari yang telah di tetapkan oleh perusahaan, tetapi apabila ia tidak dapat memenuhi target tersebut, maka ia men galami ketidakpuasan kerja di dalam dirinya sendiri.
Referensi :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/teori-teori-tentang-kepuasan-kerja-dan.html

http://valmband.multiply.com/journal/item/1

12 komentar:

  1. menurut saya tulisan mengenaisikap pekerja dan kepuasan kerja cukup bermanfaat bagi para pekerja ataupun bagi para calon pekerja. karena dapat memberikan informasi tentang bagaimana agar pekerja tidak merasa bosan dalam bekerja

    BalasHapus
  2. dari tulisan di atas yang saya baca menurut saya tulisan itu baik karena sapat memberikan informasi kepada kita mengenai kondisi kepuasan kerja dan bermacam macam hal mengenai pekerjaan tersebut

    BalasHapus
  3. hmmmmm,,,,, artikel d atas boleh jg untuk menambah pngetahuan dan untuk memotivasi bagi para pekerja maupun yg blm bekerja,,, thanks yaw atas artikelny,,,, ogut jd ad tmbahan pengetahuan...

    BalasHapus
  4. menurut saya artikel tentang sikap pekerja dan kepuasan kerja yang di buat anda bisa memotivasi seseorang untuk meningkatkan kinerjanya, dan memberi tips agar pekerja tidak mersa jenuh atas pekerjaannya,

    BalasHapus
  5. artikelnya bermanfaat sebagai referensi para pencari kerja, untuk lebih siap dalam memasuki dunia kerja

    BalasHapus
  6. wahh, bagus kok... tp coba lebih lengkap ya.. semacam bagaimana cara perencanaan sumber daya manusia (PSDM) di perusahaan. tentu akan berguna tuk para siswa yang sedang belajar dan untuk terjun ke dunia kerja.

    BalasHapus
  7. Artikel menarik. Bagaimana menariknya dunia kerja. Buat yg blm terjun ke dunia kerja bisa mendapatkan gambaran mengenai sekelumit dunia kerja. Bukan hanya sekedar hak dan kewajiban sebagai pekerja. Tetapi mengulas lebih dalam mengenai psikologi dlm dunia kerja. Buat yg sudah bekerja bisa menjadi acuan untuk mengatasi faktor non teknis dlm dunia kerja. Terima kasih

    BalasHapus
  8. artikel yang menarik.. memberi pencerahan dan motifasi buat yang akan terjun ke dunia kerja. buat yang sudah bekerja,akan lebih termotifasi untuk bekerja lebih baik lagi.

    BalasHapus
  9. Artikelnya cukup baik, dan baik nih untuk saya terapkan dalam dunia pekerjaan saya,,, thanks yah dah bikin artikel seperti ini,,,

    BalasHapus
  10. tulisan yang anda buat ini sudah bagus teori yang mendasarinya. Tetapi kurang banyak mengupas tentang peristiwa/ contoh yang anda ambil, yaitu dari sisi SPG itu sendiri. Hal-hal apa saja yang bisa menimbulkan kepuasan & ketidakpuasan dalam diri SPG tersebut serta bagaimana sikap SPG tersebut menghadapi kepuasan maupun ketidakpuasan yang dihadapi.
    semangat untuk tulisan yang selanjutnya..

    bie..JanEth

    BalasHapus
  11. Artikel ini sudah cukup bagus .
    jika kita membaca artikel ini kita bisa mengetahui sejauh apa kepuasan kita terhadap pekerjaan kita .

    BalasHapus
  12. saya rasa artikel ini sudah cukup bagus. Pembaca dapat memahami persoalan tentang kepuasan kerja. Tapi saya ingin bertanya, apakah seseorang yang stres dalam bekerja itu disebabkan oleh ketidakpuasannya dalam pekerjaan?

    BalasHapus